Serba Serbi Registrasi BPOM: Dari Biaya Hingga Caranya

Di beberapa artikel sebelumnya, penulis sudah membahas beberapa fungsi dan manfaat registrasi kosmetik BPOM untuk pemasaran produk anda di lapangan. Kembali lagi, kita akan membahas mengenai BPOM. Artikel ini bertujuan untuk membantu anda, terutama para starters yang hendak melebarkan sayap di bidang UMKM. Hal-hal yang akan dibahas pada artikel ini adalah biaya dan cara registrasi nomor BPOM (registrasi kosmetik bpom / makanan). Mari kita simakb bersama! 

Registrasi Nomor BPOM; Berapa Biayanya? Dan Seberapa Tinggi Tingkat Kerumitannya? 

Mungkin di luaran sana, sudah banyak anggapan / asumsi bahwa mengurus registrasi BPOM sangatlah sulit. Untuk anda para starters, tidak perlu khawatir. BPOM ini memang diperuntukkan bagi para pengusaha rumahan / produsen dari skala yang kecil, menengah, hingga besar. Selama anda menyiapkan segala dokumen dan mengikuti syarat dan ketentuan dengan benar, proses registrasi nomor BPOM (baik registrasi kosmetik bpom / registrasi makanan) akan segera dilakukan. 

Untuk biayanya, mendaftarkan produk untuk mendapatkan nomor registrasi bpom membutuhkan sekitar Rp 300.000,- sampai Rp 30.000.000,-. Semua itu tergantung ke kategori mana produk usaha anda akan masuk. Seperti contohnya untuk registrasi kosmetik bpom, harganya berkisar Rp 200.000,- untuk pre registrasi dan Rp 800.000,- per item untuk mendapatkan nomor registrasi kosmetik bpom sebagai produk lokal. Anda bisa langsung mengunjungi website BPOM atau bertanya ke customer service untuk mengetahui harga pastinya. 

Cara Daftar Registrasi Nomor BPOM; Mudahkah? 

Mendaftarkan registrasi nomor BPOM sekarang ini cukup mudah kok. Bahkan, saking canggihnya, anda sudah bisa melakukan registrasi secara online (misalnya registrasi kosmetik bpom, registrasi obat tradisional bpom, registrasi makanan bpom, dsb). Lalu, caranya bagaimana? Mari kita simak bersama. 

Dalam proses registrasi nomor BPOM, ternyata ada perbedaan syarat antara produk dalam negeri dan produk luar negeri. Selain itu, untuk pengklasifikasian penilaian juga terdapat 2 macam yaitu penilaian umum dan penilaian One Day Service. Secara umum, anda memerlukan fotocopy Surat Izin Industri dari Disperindag (Departemen Perindustrian dan Perdagangan) / Badan Koordinasi Penanaman Modal. Surat Izin Industri kemudian diikuti dengan pengumpulan dokumen hasil uji laboratorium produk yang asli (yang berlaku maksimal 6 bulan dari waktu pengujian), rancangan label, dan pengisian formulir pendaftaran. Setiap kategori memiliki syarat dan ketentuan keperluan dokumen yang berbeda-beda ya, jadi pastikan anda memeriksa ke laman resmi BPOM terlebih dahulu di e-reg.pom.go.id. 

Untuk alur pendaftaran, pendaftar harus mengajukan permohonan tertulis dalam bentuk formulir sebanyak 2 rangkap. Setelah itu, pihak BPOM akan melakukan evaluasi dan penetapan kriteria, syarat, dan biaya yang harus dibayarkan pendaftar. 

Nah, itulah beberapa informasi mengenai registrasi nomor bpom untuk para produsen. Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *